Akhir-akhir ini terjadi penurunan semangat dari supporter untuk bernyanyi dan begoyang. Performa dan semangat untuk mendukung PSS menurun. Terlihat dari semakin sedikit para supporter yang menari dan mengikuti gerakan yang diberikan sang leader, juga dalam waktu yang singkat kita mendengar lagu yang dinyanyikan dan diteriakan untuk mengiringi PSS berlaga.Kejenuhan ini sebenarnya sudah tampak sejak pertengahan kompetisi tahun lalu, dimana indikasi-indikasi yang disebutkan diatas terjadi. Ini bukanlah masalah leader menurut saya, ini adalah masalah kejenuhan. Karena kebosanan dan tidak adanya sebuah terobosan baru dalam cara berkreasi di lapangan. Leader sudah seharusnya mengajak dan selalu memberikan semangat buat para suporter di kurva utara untuk bernyanyi dan bergoyang. Leader sudah totalitas disana untuk memberikan segala daya upaya! Namun kemudian bagaimana dengan anda? Disinilah sebenarnya kejenuhan itu terjadi, bukan masalah leader yang jelek, tidak bersemangat dan tidak loyal atau apalah. Yang pasti disini adalah terjadi kejenuhan dari para pendukung PSS, karena kurangnya inisiatif dan kreatifitas yang ada dilapangan. Dan ini bukan kesalahan leader semata, namun kesalahan kita bersama. Liat anak-anak ULTRAS saat di kurva utara mengalami kelesuan, lihat semangat mereka, lihat apa yang dilakukan mereka, mereka adalah jiwa jiwa yang penuh dengan militansi tinggi. Mereka masuk ke stadion dengan nyanyian, dan meninggalkan stadion dengan nyanyian. Mereka berdiri sepanjang 2 x 45 menit, bukan tanpa sebab itu adalah cara mereka menghargai Tim PSS saat berlaga! Mereka bernyayi dan menari, mereka berkreasi dengan modal dan dana sendiri mereka malakukan itu untuk mendukung dan memberikan semangat bagi PSS! ULTRAS mampu merespon kejenuhan yang terjadi jauh2 hari sebelum perdebatan leader ini muncul, mereka dengan berbagai ide mencoba untuk hadir menjadi real suporter yang benar-benar berbeda dari teman2 yang ada di tribun hijau. Hand banner, Redhand, roll kertas, spanduk dan berbagai kreatifitas lainnya selalu ditunjukkan, bukti militanis mereka! Cacian dan makian pun sering terlontar dari mereka itu bukan semata untuk memecah dan menimbulkan perkelahian tapi itulah bentuk itimidasi mereka terhadap lawan! Untuk menjatuhkan dan merusak mental bertanding musuh, karena kita bernyanyi distadion kita! Stadion kebanggan yang harusnya menjadi angker dan garang bagi tim tamu! Buka menjadi stadion yang aman dan nyaman bagi tim musuh! Inilah sebenarnya semangat suporter yang sebenarnya belum melekat di jiwa kita, belum menjadi dari bagian hidup kita namun dengan bangga mengatakan bahwa aku lah PENDUKUNG mu, dan sok menjadi yang ter hebat!. ULTRAS hadir disana membawa semangat baru namun tidak semua orang mampu melihat dan mengapresiasi justru sebagian dari kita mencaci maki dan membenci. Namun saya yakin semangat militansi itu tidak akan pernah hilang dari anak-anak ULTRAS PSS dan saya yakin sebagian dari anda terlahir sebagai bagian dari jiwa-jiwa ULTRAS. Mereka pasti kembali! Pride PSS 1976 |