Manajemen PSS akhirnya menetapkan Bonggo Pribadi sebagai pelatih untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama LI 2010-2011. Pelatih tersebut sebelumnya pernah mengarsiteki tim divisi utama PSIS Semarang (2006) dan tim divisi I Persikaba Blora (2009). Salah satu prestasi pelatih kelahiran Surabaya, 2 Februari 1969 itu mengangkat PSIS menjadi Runner Up Liga Indonesia 2006 (LI XII).
Namun sebelumnya, nama Daniel Roekito sempat menjadi pembicaraan serius di kubu PSS sleman untuk dikontrak sebagai pelatih. Pelatih papan atas di Liga Indonesia ini pernah sukses menangani Persik Kediri dan Persiba Balikpapan. Namun, Bung Daniel memberikan steatment yang sangat menarik, yaitu beliau mau menangani PSS Sleman jika manajemen memasang target lolos ISL 2011-2012. Alasannya, sebagai pelatih akan puas bila ada tantangan, sehingga dirinya bisa termotivasi untuk membentuk tim yang bisa mencapai target atau melewati tantangan tersebut. “Jika hanya ikut tanpa target lebih baik tak usah melatih, karena tak ada tantangan dan dipastikan pemain pun akan asal-asalan dan hasilnya juga asal tidak degradasi, “ katanya. Akhirnya manajemen PSS harus menghapus nama Daniel Roekito dari daftar pelatih buruan setelah Bonggo Pribadi resmi menandatangani kontrak dengan PSS Sleman.
Dari Daniel Roekito hingga akhirnya Bonggo Pribadi, mengapa? Apakah nilai kontrak Bung Daniel Roekito dinilai terlalu besar? Atau karena manajemen PSS tidak mampu memasang target lolos ISL sehingga tidak jadi merangkul Daniel Roekito yang mengajukan persyaratan target tersebut? Apakah karena Bonggo Pribadi tidak menuntut target lolos ISL dan nilai kontraknya lebih terjangkau?
Kami mulai ragu dengan langkah manajemen ini karena tanpa alasan yang kami tau, manajemen PSS akhirnya menyingkirkan nama Daniel Roekito. Apalagi manajemen akan mempertahankan 10 pemain yang pernah menjadi squad PSS kompetisi 2009-2010. Pemain yang pada musim lalu sempat membawa PSS ke jurang degradasi klasemen sementara bahkan hampir saja harus mencicipi kasta ke 3 (Divisi I) Liga Indonesia. Selain itu, adapula suara-suara yang mendengungkan bahwa PSS di kompetisi tahun depan tidak akan menggunakan jasa pemain asing, entah apa alasannya. Sampai saat ini langkah-langkah manajemen untuk mempersiapkan tim PSS mengikuti kompetisi Divisi Utama LI 2010-2011 sangat tidak populer. Bahkan terkesan biasa-biasa saja untuk mentargetkan lolos ISL.
PSS Sleman... nasibmu ada pada pundak beberapa orang yang duduk di belakang meja manajemen. Ribuan jiwa-jiwa tak terkalahkan akan tetap mendukungmu, membelamu, bahkan mempertaruhkan apapun demi kejayaanmu. Jangan pernah menyerah, karpet merahmu akan kami siapkan untuk mengantarmu meraih tiket menuju ISL. Kebanggaan tetap kebanggaan. ULTRAS PSS |